Mengapa Bayi Menangis? 5 Penyebab & Teknik 5S Menenangkannya
Administrator
December 24, 2025

Pernahkah Anda berada di situasi ini: Jam menunjukkan pukul 2 pagi, mata Anda terasa berat, namun si Kecil menangis kencang tanpa henti?
Anda sudah menyusuinya, mengganti popoknya, dan menggendongnya, tapi tangisannya justru semakin menjadi-jadi. Rasanya ingin ikut menangis, bukan?
Deep breath, Moms & Dads. Tarik napas dalam-dalam.
Pertama-tama, saya ingin Anda tahu satu hal penting: Anda bukan orang tua yang buruk. Kebingungan yang Anda rasakan saat ini adalah hal yang sangat valid.
Faktanya, menurut data dari American Academy of Pediatrics (2023), bayi baru lahir secara normal bisa menangis total 2 hingga 3 jam sehari dalam 6 minggu pertama kehidupannya.
Sebagai orang tua baru, wajar jika kita merasa seperti sedang memecahkan kode rahasia. Apakah dia lapar? Sakit? Atau hanya bosan? Semua suara itu terdengar sama di telinga kita yang sedang kurang tidur.
Artikel ini hadir sebagai "Kamus Penerjemah" untuk menjawab pertanyaan besar Anda: mengapa bayi menangis?
Kita akan membedah 5 penyebab utamanya, dan mempelajari cara menenangkan bayi menggunakan Teknik 5S Dr. Harvey Karp, sebuah metode gold standard yang terbukti ampuh.
Mari kita mulai perjalanan memahami bahasa si Kecil.
5 Penyebab Bayi Menangis: Memahami "Bahasa" Si Kecil
Satu mindset penting yang perlu kita tanamkan: Menangis adalah komunikasi, bukan manipulasi.
Bayi baru lahir belum memiliki kemampuan bicara. Menangis adalah satu-satunya alat survival untuk memberitahu Anda bahwa mereka membutuhkan sesuatu. Jadi, alih-alih panik, mari kita coba dengarkan apa arti tangisan bayi yang sebenarnya.
Berikut adalah 5 alasan utama atau penyebab bayi menangis:
1. Lapar (Alasan Paling Umum)
Ini adalah alasan nomor satu. Tahukah Parents? Lambung bayi baru lahir sangat kecil (sebesar kelereng di hari pertama!), sehingga mereka perlu makan sangat sering.
Tanda Fisik (Visual Cues): Perhatikan tanda-tanda awal lapar (early hunger cues) sebelum bayi menangis histeris.
Rooting reflex: Menoleh ke kanan-kiri mencari puting/sumber makanan. Memasukkan tangan atau jari ke dalam mulut. Mengecap-ngecap bibir atau menjilat bibir.
Tanda Suara: Jika Anda mengikuti metode Dunstan Baby Language, tangisan lapar biasanya memiliki bunyi dasar "Neh". Bunyi ini terbentuk karena lidah bayi menempel di langit-langit mulut (refleks menghisap).
Solusi: Segera susui bayi saat melihat tanda fisik di atas. Jangan menunggu sampai bayi menangis kejer (late hunger cue), karena akan lebih sulit menenangkannya.
2. Popok Basah atau Kotor
Kulit bayi sangat sensitif. Rasa lembab atau perih akibat kotoran bisa sangat mengganggu kenyamanan mereka dan menjadi alasan mengapa bayi menangis tiba-tiba.
Tanda Fisik: Bayi terlihat gelisah, menggeliat tidak nyaman, mengangkat kaki, dan ekspresi wajahnya tampak meringis.
Solusi: Cek popok secara berkala, minimal setiap 2-3 jam. Gunakan krim pelindung (diaper cream) untuk mencegah ruam.
3. Lelah atau Overstimulasi (Mengantuk)
Ini seringkali menjadi jebakan. Kita sering mengira bayi yang rewel butuh diajak main, padahal sebenarnya dia lelah. Bayi yang overtired (terlalu lelah) justru akan sulit tidur.
Tanda Fisik: Menguap, memalingkan muka dari kontak mata, mengucek mata, dan gerakan tersentak-sentak.
Tanda Suara: Tangisan mengantuk seringkali terdengar seperti rengekan panjang ("Owh" dalam bahasa Dunstan—mirip bentuk mulut saat menguap).
Solusi: Segera bawa bayi ke ruangan yang redup dan kurangi kebisingan. "Tangkap" momen kantuk ini sebelum lewat waktunya.
4. Sakit Perut, Gas, atau Kolik
Jika bayi menangis sangat intens di jam yang sama setiap hari (biasanya sore/malam), ini mungkin kolik. Data dari Mayo Clinic menyebutkan sekitar 20% bayi mengalami kolik.
Tanda Fisik: Menarik kaki ke arah perut, tangan mengepal kuat, wajah memerah padam, dan punggung melengkung.
Tanda Suara: Tangisan bernada tinggi, tajam, dan intens (shrieking).
Solusi: Pastikan menyendawakan bayi (burping*) setelah menyusu. Lakukan pijatan lembut "ILU" di perut bayi. Gerakkan kaki bayi seperti mengayuh sepeda (bicycle legs).
5. Bosan atau Butuh Kenyamanan
Bayi baru lahir baru saja keluar dari rahim yang sempit di mana dia selalu merasa "dipeluk". Dunia luar yang luas bisa menakutkan bagi mereka.
Psikologis: Bayi membutuhkan sentuhan fisik (tactile stimulation) untuk rasa aman.
Tanda: Tangisan bersifat "menuntut" namun berhenti seketika saat bayi diangkat.
Solusi: Lakukan skin-to-skin contact atau gunakan gendongan (baby carrier).
Cara Menenangkan Bayi dengan Teknik 5S Dr. Harvey Karp
Sudah cek popok, sudah disusui, tapi masih menangis?
Mari berkenalan dengan Teknik 5S. Dr. Harvey Karp, pencetus metode ini, menjelaskan konsep "The Fourth Trimester". Bayi butuh suasana yang meniru rahim untuk bisa tenang.
Teknik 5S terbukti efektif memicu "calming reflex" pada 90% bayi di bawah 3 bulan. Berikut panduan langkah demi langkahnya:
1. Swaddle (Bedong)
Bedong adalah fondasi. Tujuannya memberikan rasa aman dan mencegah Moro Reflex (kaget).
Caranya: Balut lengan bayi cukup kencang lurus di sisi tubuh, namun biarkan pinggul dan kaki longgar agar bayi bisa menekuk kakinya (mencegah displasia panggul).
Tips: Stop bedong jika bayi sudah belajar berguling.
2. Side or Stomach Position (Posisi Miring/Perut)
Bayi merasa tidak aman jika terlentang saat sedang menangis (seperti kura-kura terbalik).
Caranya: Pegang bayi dalam posisi miring atau tengkurap di lengan/pangkuan Anda.
⚠️ SAFETY WARNING: Posisi ini HANYA untuk menenangkan bayi di tangan orang tua. Saat tidur, bayi WAJIB diletakkan terlentang di kasur untuk mencegah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).
3. Shush (Suara "Sshhh")
Di dalam rahim, suara aliran darah ibu itu sangat bising (White Noise). Kesunyian justru membuat bayi takut.
Caranya: Dekatkan mulut ke telinga bayi dan buat suara "Sshhh..." yang panjang.
Tips: Volume harus sama kerasnya dengan tangisan bayi agar dia mendengarnya. Pelankan saat bayi mulai tenang.
4. Swing (Ayunan Lembut)
Di rahim, bayi selalu terguncang lembut saat ibu berjalan.
Caranya: Sangga kepala bayi, lakukan gerakan menggoyang kecil, cepat, dan ritmis (seperti menggigil kecil).
⚠️ SAFETY WARNING: Jangan pernah mengguncang keras (Never shake a baby). Hal ini bisa menyebabkan Shaken Baby Syndrome yang fatal.
5. Suck (Mengisap)
Mengisap adalah penenang alami pamungkas yang memicu hormon endorfin (hormon rileks).
Caranya: Berikan payudara, jari bersih, atau pacifier (empeng).
Tips: Banyak bayi akan langsung tertidur pulas di tahap ini.
Kapan Harus Waspada? (Red Flags)
Meskipun menangis itu wajar, insting orang tua adalah yang utama. Segera hubungi dokter jika tangisan disertai:
Demam: Suhu di atas 38°C (untuk bayi < 3 bulan).
Muntah proyektil: Menyembur jauh dan terus menerus (bukan sekadar gumoh).
Sakit saat disentuh: Menjerit saat disentuh bagian tubuh tertentu.
"If it feels wrong, it probably is. Jangan ragu ke IGD atau dokter anak."
Tips "Warass" untuk Orang Tua
Mendengar bayi menangis bisa memicu stres tinggi. Berikut tips menjaga kesehatan mental Anda:
Teknik Napas 4-7-8: Tarik napas 4 hitungan, tahan 7, buang 8. Lakukan sebelum merespons bayi.
Tap Out System: Bergantian jaga dengan pasangan jika emosi sudah memuncak.
It's Okay to Put Baby Down: Jika Anda merasa akan meledak, letakkan bayi di crib yang aman. Keluar kamar selama 5 menit untuk menenangkan diri. Bayi menangis di tempat aman lebih baik daripada bayi digendong orang tua yang sedang emosi.
Kesimpulan
Mengetahui mengapa bayi menangis adalah langkah awal menjadi orang tua yang lebih percaya diri. Ingat 5 penyebab utama (Lapar, Popok, Lelah, Sakit, Bosan) dan latih Teknik 5S Anda.
Semangat, Parents! Masa-masa sulit ini akan berlalu.
Punya trik unik lain untuk menenangkan si Kecil? Share pengalaman Parents di kolom komentar di bawah!
FAQ (Pertanyaan Sering Ditanyakan)
Q1: Apakah membiarkan bayi menangis (metode Cry It Out) aman dilakukan?
Untuk bayi baru lahir (< 4 bulan), metode ini tidak disarankan. Bayi butuh membangun rasa percaya (trust) bahwa dunia adalah tempat aman. Respons cepat Anda justru membuat bayi lebih mandiri dan percaya diri kelak.
Q2: Mengapa bayi sering menangis di sore hari (Witching Hour)?
Ini disebut Witching Hour (biasanya jam 5 sore - malam), akibat akumulasi kelelahan dan overstimulasi saraf setelah seharian beraktivitas. Ini normal dan akan berlalu.
Q3: Sampai umur berapa bayi akan sering menangis?
Puncaknya biasanya di usia 6-8 minggu, lalu menurun signifikan setelah usia 3-4 bulan seiring matangnya sistem saraf mereka.
Q4: Apakah sering menggendong bayi membuatnya "bau tangan" (manja)?
Tidak. Mitos "bau tangan" tidak berlaku untuk newborn. Anda tidak bisa memanjakan bayi baru lahir dengan terlalu banyak kasih sayang.
Written by
Administrator
System administrator